Welcome..!! Foto membuat 1 detik bahkan seper sekian detik menjadi mempunyai beribu-ribu makna dan kenangan, yang membawa sang penikmatnya ke dunia imajinasi dan membayangkan kembali ke saat-saat indah, sedih dan membahagiakan itu terekam.

« Home | Mimpiku serasa nyata » | Masih bisa merasakannya » | Penggalan Mimpi » | Keinginan Para Ibu/Istri/Wanita kebanyakan sebenar... » | Gaji RNPO tinggi, bagaimana bisa ? » | The Best Display Equipments » | Algebra and Math Solution » | It's time to enjoy the HD Satellite TV » | Program Penggemukan Badan » | Perbedaan Antara Sensor Gambar CCD dan CMOS di Kam... »

Belajar untuk mencintai

Cinta khas anak muda sepertinya adalah cinta dengan tujuan untuk memiliki. Bukan cinta secara umum yang seharusnya terpisah dari keinginan untuk memiliki. Layaknya cinta pada Tuhan, pada keluarga, pada sahabat, pada sesama manusia.

Yang sering dihadapi oleh anak-anak muda yang pacaran, apa yang membuat mereka tergerak untuk mendekati lawan jenisnya? cinta, atau alasan untuk mencinta? sepertinya rata2 pasti bilang cinta.

Masalah dari cinta adalah bahwa cinta akan menjadi penghalang keputusan-keputusan yang logis dan yang perlu disaat keputusan itu menentang cinta yang sudah ada. Dalam kondisi seperti itu bisa dibilang kalau cinta adalah tidak produktif dan sudah selayaknya disingkirkan, dikalahkan oleh penilaian dan produk-produk logis.
 
Kadang kita berkata "cinta adalah segalanya", "cinta akan tunjukkan jalannya", "cinta akan menguatkan kita" dan segala kata2 yang menguatkan cinta..semua itu menurut saya adalah BENAR, jika cinta sudah ada di dalam hubungan yang sudah diwajibkan untuk dipertahankan (pernikahan). Dan SALAH, jika cinta itu masih ada dalam hubungan diluar pernikahan. Selain pernikahan, tidak ada hubungan lain yang berdasarkan cinta yang didalamnya terdapat kewajiban untuk mempertahankannya.

contoh kasus yang biasa dihadapi :
- misalnya kita terlanjur cinta pada seseorang. orang itu bukan milik kita, belum. Dan karena cinta, kita ngebela2in ini itu pada dia, berusaha sekuat tenaga (demi cinta). Saat si dia gagal jadi milik kita, bisakah kita ikhlas? BERAT. Rasa sakit itu terlalu dalam. Disini yang terjadi adalah CINTA MENGHALANGI KITA UNTUK MENGHADAPI REALITA.

- misalnya kita sudah cinta dengan kekasih kita. Setiap hari kita eksploitasi cinta itu dengan berbagai perhatian, layaknya sudah jadi kewajiban untuk itu. Akibatnya? suatu saat akan muncul kebosanan. Muncul keadaan bahwa cinta itu sampai pada titik jenuh. Disini yang terjadi adalah KITA KEHILANGAN CINTA, KARENA KITA LUPA MENCARI ALASAN UNTUK MEMPERKUATNYA.

- misalnya lagi, karena begitu cintanya pada seseorang, kita berikan segalanya padanya. Bisa ditebak, salah satunya adalah seks. Dan saat takdir berbicara bahwa misalnya hubungan itu tidak bisa bersatu? kadang masih dipaksakan juga, meskipun itu artinya adalah siksaan batin. kasus yang ada adalah CINTA YANG TERLALU BESAR NAMUN TANPA KEPASTIAN ADALAH BENCANA.

Dilihat dari kasus 1 dan 3 adalah contoh bahwa cinta itu sebenarnya tidak layak untuk tumbuh terlalu besar jika belum ada ikatan resmi. Kasus 2 menjelaskan bukti bahwa cinta itu bisa hilang jika kita salah dalam mengembangkannya.

Jadi, bagimana kalau kita mengembangkan alasan untuk mencinta? menjadi semacam KRITERIA..
Kriteria adalah logis.
Kriteria membuat suatu cinta yang datang entah darimana (jika cinta datang duluan) menjadi memiliki fondasi.
Kriteria pun juga bisa jadi tolok ukur tentang bagaimana kita bisa mencintai seseorang kelak, saat sudah dalam pernikahan, meskipun cinta itu belum muncul.
Kriteria juga bisa menjadikan kita tetap waras dalam memilih dan menilai situasi, dimana terkadang cinta malah jadi batu sandungan.
Kriteria menyelamatkan kita dari kasus2 "cinta itu buta" dan sejenisnya yang membuat kita hanya menilai segala sesuatunya dengan perasaan ataupun hanya pada hal-hal fisis....dan yang terpenting adalah kriteria bisa menjaga diri kita dari kehilangan jalan keluar..

contoh yang bisa terjadi :

Si A tiba-tiba cinta pada si B, yang juga merespon balik. Entah kenapa, tiba-tiba jadi ingin memiliki, tapi ada banyak masalah dibalik itu...misalnya mereka beda agama, atau sifat si B itu ada satu yang emang tidak bisa ditoleransi, atau si B nya cuma mau sama si A buat main-main saja, dan lain sebagainya. Disini si A dihadapkan pada dua pilihan : cinta, atau kriteria? kalau cuma cinta, dia pasti tabrak semuanya, apapun yang terjadi, mengabaikan semua risiko dikemudian hari. Tapi kalau Kriteria, dia akan disadarkan pada realita kalau dia cintanya akan terbentur masalah ini itu, jauh sebelum dia merasakan sendiri.

Alasan-alasan logis ini akan menyelamatkan diri A maupun B dari melangkah terlalu jauh, dan hanya menerima kerusakan minimal dari cinta yang terlanjur muncul. Ya, sakit hati itu pasti akan ada, tapi dibandingkan dengan sudah kehilangan jalan keluar? lebih sakit mana?

Dalam hal ini terlihat bahwa kriteria itu menjaga diri kita untuk tetap berada pada jalur yang aman. Hidup sudah susah, buat apa dipersulit lagi? bukankah kita diberikan akal piikiran dan tuntunan supaya hidup kita jadi lebih mudah? Dan untuk memilih pasangan hidup, kriterialah jaminan keamanan itu..setuju kah?

Maka apakah yang seharusnya kita kembangkan saat melakukan penjajakan pada seseorang? sepertinya kriteria bisa dijadikan jawaban yang lebih tepat.
Tetapkan keinginan kita, apa yang kita inginkan sebagai pasangan hidup kelak.
Nilai dia, apakah dia cukup memenuhi kriteria itu?
Apakah hal-hal yang tidak sesuai dengan kriteria bisa kita toleransi?
Bisakah dia mengubah hal-hal yang tidak kita sukai kelak?
Bagaimana potensi dia, Arah perkembangan dia?
terkadang kita memulai penjajakan itu karena kita terlanjur tertarik. Mau bagaimana lagi? tapi jagalah cinta itu pada titik minimum dulu (bukan menghilangkannya). Kembangkan saja alasan2 untuk mencintainya dengan mencoba lebih mengenalnya, dan/atau mencari referensi pada orang2 yang mengenalnya dan bisa dipercaya.

Jika acceptable, Nikahi. Jangan tunggu lama-lama daripada cinta terlanjur membuat kita saling merusak diri (PENJAJAKAN HANYA UNTUK ORANG2 YANG SUDAH SIAP UNTUK MENIKAH, ATAU SUDAH MENDEKATI KESIAPAN ITU).
Jika tidak, tinggalkan baik-baik, sebelum cinta tumbuh lebih besar dan menghilangkan kerasionalan kita untuk mengambil keputusan. Mau menikahi tapi belum cukup cinta? tidak masalah. Kita akan sangat mudah mencintainya, jika alasan kita untuk mencintainya sudah lebih dari cukup. Ya, jauh lebih mudah mencintai yang kita miliki dan kita butuhkan, daripada mencintai barang yang masih di etalase, yang bisa saja jadi milik orang lain.

Persingkatlah penjajakan, mulailah hanya saat sudah siap untuk menikah. sebelum sampai pada kesiapan itu, kembangkan diri pada nilai maksimal kita, sehingga kita bisa menetapkan kriteria rasional yang lebih tinggi yang sederajat dengan kita sendiri. Isilah masa muda dengan menambah relasi, supaya kita bisa memiliki lebih banyak opsi tentang calon, dan lebih banyak kemungkinan cross check kepribadian sang calon. Dan terakhir, susunlah kriteria dengan prioritas yang terbaik.

Beberapa akan mengatakan cinta itu harus diperjuangkan, karena cinta itu adalah mulia. Disini kita kembali pada bahasan cinta yang umum, yang seharusnya terpisah dari keinginan untuk memiliki. Layaknya cinta pada Tuhan, pada keluarga, pada sahabat, pada sesama manusia. Jika cinta itu mulia, maka keinginan untuk memiliki itulah yang harus diserang jika memang hubungan itu tidak sebaiknya ada. Keinginan untuk memiliki harus diimbangi dengan alasan untuk memiliki dan penilaian tentang apa yang terjadi jika kita memilikinya. Jadi silahkan pertahankan cinta secara umum, itu sangat baik.
(H2H-DJ Kuah)


- aku ingin mencintaimu kekasihku -

Labels: ,

Post a Comment

Links to this post

Create a Link


About me

  • I'm Krisna Reqka Pradana
  • From Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
  • Saat ini menjalani keseharian bekerja dalam bidang telekomunikasi di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Alumnus Institut Teknologi (IT) Telkom, Bandung. Dalam blog ini anda dapat menemukan catatan dokumentasi saya mengenai perjalanan keseharian saya, Teknologi komputer, Telekomunikasi, Cinta, Fotografi dan segala hal yang berhubungan dengan saya - Maskres
My profile

Kategori Tulisan

dates To reMember

  • 31 Okt - My Lovely Mom Die
  • 17 Nov - My Mom's Birth Day
  • 29 Nov - My Lovely Mom Graduated (S2)
  • 24 Juni - My Father's Birth Day
  • 16 Feb - Indra Birth Day
  • 23 Feb - Dik Adi Birth Day
  • 18 Mar - My Nonanana B'Day

Anda pengunjung ke-



My Short Blog



Tinggalkan Pesan





-->

Blog Catalog





Powered by
Top CSS 

Templates Sites
WebDesign TopSites
Blogger Templates

Powered by 

Blogger
Free 

Domain Name Address
Free 

Shoutbox Technology Pioneer
BlogFam 

Community
Blogfam 

Online Magazine

Komunitasnya MaskresZ