Keinginan Para Ibu/Istri/Wanita kebanyakan sebenarnya adalah sederhana saja
Bacaan warta paroki Cempaka Putih gereja Paskalais minggu kemarin (10/2/2010) cukup menarik, jadi ingin saya masukkan di blog saya kali ini, setelah cukup lama tidak terurus.
" --------------
Pernah seminar saya, dihadiri kelompok kecil yang semuanya terdiri dari ibu-ibu. Di dalamnya ada ibu yang mempunyai pola pikir positi, ada juga ibu yang sangat culas yang berpandangan negatif terhadap keluarganya ataupun terhadap lingkungannya.
saya ingin mengetahui tentang hal apa yang paling membuat para ibu tersebut bahagia tentang keluarganya. Saya berharap mendapatkan jawaban yang berbeda-beda. Para ibu menulis jawaban mereka di sepotong kertas. Ketika dikumpulkan, saya cukup terkejut karena walaupun dengan menggunakan bahasa yang berbeda-beda, tetapi pada intinya jawaban mereka sama. para ibu merasa sangat bahagia jika sekeluarga berkumpul lengkap bersama suami dan anak-anaknya melakukan aktivitas bersama seperti bermain ataupun bepergian. "saya paling senang meliat anak saya main kuda-kudaan dengan suami saya" "Saya bahagia sekali jika kami sekeluarga bisa pergi lengkap." "Saya senang sekali jika melihat suami saya membacakan buku cerita pada anak-anak, allu saya akan ikut nimbrung."
Sayangnya di jaman modern ini, keinginan sederhana para ibu itu tidaklah mudah terpenuhi. Pada hari kerja suami sudah kelelahan bekerja, sehingga pada hari Sabtu ataupun Minggu, para suami sebenarnya mencari kesempatan untuk tidur. Hal ini menjadi dilema, di lain pihak banyak istri merasa tidak dicintai karena suami terlihat kurang memperjuangkan kebersamaan hanya mementingkan pekerjaan saja. Padahal, suami juga sedang mencari nafas untuk membenahi kelelahannya.
Bagaimanapun, kebersamaan adaah hal yang wajib diperjuangkan; saya sangat menyarankan agar keluarga 'menyepakati' waktu bersama. Ayah bisa mengusahakan 1x seminggu pulang kerja lebih awal dan pergi makan bersama ataupun bermain bersama keluaga, Sabtu beristirahat, hari Minggu kembali keluar bersama keluarga. Kalau hari Sabtu bekerja, hari Minggu tetap bisa disiasati dengan pergi sore hari; pagi hari biarkan ayah tidur dulu. Singkatnya, buatlah kesepakatan; jika tidak ada kesepakatan, komitmen dan niat yang tulus, biasanya kebersamaan ini selalu menjadi prioritas kedua. "Kan, setiap hari juga pulang ke rumah, berarti setiap hari ketemu juga dengan anak dan istri.." Kata seorang bapak. Arti "bertemu" bukan hanya melihat, lebih dari itu sangat perlu juga untuk meluangkan waktu bersama dengan gembira.
- "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.'' (Kejadian 2:2-24) -
" ----------------
bacaan ini sungguh memberi hal baru, betapa pentingnya kebersamaan, sesuatu yang serasa hilang dari hidup ini... andai boleh ku putar ulang lagi waktu ini, ku ingin selalu bersamamu kekasihku..

" --------------
Pernah seminar saya, dihadiri kelompok kecil yang semuanya terdiri dari ibu-ibu. Di dalamnya ada ibu yang mempunyai pola pikir positi, ada juga ibu yang sangat culas yang berpandangan negatif terhadap keluarganya ataupun terhadap lingkungannya.
saya ingin mengetahui tentang hal apa yang paling membuat para ibu tersebut bahagia tentang keluarganya. Saya berharap mendapatkan jawaban yang berbeda-beda. Para ibu menulis jawaban mereka di sepotong kertas. Ketika dikumpulkan, saya cukup terkejut karena walaupun dengan menggunakan bahasa yang berbeda-beda, tetapi pada intinya jawaban mereka sama. para ibu merasa sangat bahagia jika sekeluarga berkumpul lengkap bersama suami dan anak-anaknya melakukan aktivitas bersama seperti bermain ataupun bepergian. "saya paling senang meliat anak saya main kuda-kudaan dengan suami saya" "Saya bahagia sekali jika kami sekeluarga bisa pergi lengkap." "Saya senang sekali jika melihat suami saya membacakan buku cerita pada anak-anak, allu saya akan ikut nimbrung."
Sayangnya di jaman modern ini, keinginan sederhana para ibu itu tidaklah mudah terpenuhi. Pada hari kerja suami sudah kelelahan bekerja, sehingga pada hari Sabtu ataupun Minggu, para suami sebenarnya mencari kesempatan untuk tidur. Hal ini menjadi dilema, di lain pihak banyak istri merasa tidak dicintai karena suami terlihat kurang memperjuangkan kebersamaan hanya mementingkan pekerjaan saja. Padahal, suami juga sedang mencari nafas untuk membenahi kelelahannya.
Bagaimanapun, kebersamaan adaah hal yang wajib diperjuangkan; saya sangat menyarankan agar keluarga 'menyepakati' waktu bersama. Ayah bisa mengusahakan 1x seminggu pulang kerja lebih awal dan pergi makan bersama ataupun bermain bersama keluaga, Sabtu beristirahat, hari Minggu kembali keluar bersama keluarga. Kalau hari Sabtu bekerja, hari Minggu tetap bisa disiasati dengan pergi sore hari; pagi hari biarkan ayah tidur dulu. Singkatnya, buatlah kesepakatan; jika tidak ada kesepakatan, komitmen dan niat yang tulus, biasanya kebersamaan ini selalu menjadi prioritas kedua. "Kan, setiap hari juga pulang ke rumah, berarti setiap hari ketemu juga dengan anak dan istri.." Kata seorang bapak. Arti "bertemu" bukan hanya melihat, lebih dari itu sangat perlu juga untuk meluangkan waktu bersama dengan gembira.
- "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.'' (Kejadian 2:2-24) -
" ----------------
bacaan ini sungguh memberi hal baru, betapa pentingnya kebersamaan, sesuatu yang serasa hilang dari hidup ini... andai boleh ku putar ulang lagi waktu ini, ku ingin selalu bersamamu kekasihku..

Labels: Maskres
Baca selengkapnya...