Welcome..!! Foto membuat 1 detik bahkan seper sekian detik menjadi mempunyai beribu-ribu makna dan kenangan, yang membawa sang penikmatnya ke dunia imajinasi dan membayangkan kembali ke saat-saat indah, sedih dan membahagiakan itu terekam.

« Home | The Best Display Equipments » | Algebra and Math Solution » | It's time to enjoy the HD Satellite TV » | Program Penggemukan Badan » | Perbedaan Antara Sensor Gambar CCD dan CMOS di Kam... » | Kapan Hunting Foto Lagi..!!! » | Adam Sandler - Grow Old With You (OST.The Wedding ... » | Banjir Lumpur Panas Sidoarjo 2006 - "baru berhenti... » | World Of Goo » | Test Call on the Week End »

Gaji RNPO tinggi, bagaimana bisa ?

RNPO atau Radio Network Planning dan Optimization dari dulu identik dengan bagian yang punya nilai lebih atau kalo kawan – kawan telco menyebut “kasta” nya tinggi.

Sebelum proses roll out project dimulai ada proses planning dimana site – site akan di deploy di suatu area. Pada saat proses planning inilah awalnya untuk mendesain suatu area berdasarkan kesepakatan awal dengan sales marketing tim yang telah medesain dan mengkalkulasi target revenue yang ingin didapat di suatu area.

Sebagai RNPO part, tugasnya adalah mendesain suatu area dari sisi technical network sesuai kesepakatan dengan pihak sales marketing. Dari kesepakatan ini, misal kita buat suatu area A ini dengan state daerah Urban dimana tim marketing dan sales menghitung potensi dan target revenue dari kota A tersebut, sedangkan tim RNPO mendesain kota A tersebut secara technical berdasarkan urban clutter type.

Disinilah proses desain di mulai, akan lebih baik, jika kita belum tau tentang kota tersebut untuk di lakukan pre-survey technically. Singkatnya…setelah didapat data, baru di-plan kota A tersebut akan di-deploy berapa jumlah sitenya berdasarkan clutter type Urban. Singkatnya setelah semua BoQ site requirement juga disetujui baru di simulasikan dengan menggunakan planning tools untuk coverage plotting-nya.

Lalu, masih banyak proses yang harus dilalui dimana tugas utama adalah kita mengawal dari babad hutan sampai on service dari proses site itu belum ada kemudian didirikan, sampai sudah OA pun masih di otak–atik hingga banar–benar mendapat hasil maksimal sesuai KPI requirement yang di butuhkan. Proses ini tidak dilalui dalam waktu singkat dan gampang artinya proses pengawalan ini benar – benar harus sesuai dengan plan technical awal RNPO kita.

Masalah SITAC proses ( dari cari kandidat, akusisi tanah, IMB, ijin warga, problem warga, pemda/pemkot), kemudian CME proses (building tower, PLN, mounting), lanjut ITC (dari salah instalasi, salah ketinggian antena, salah tilting, salah azimuth, VSWR, low power, dll) semua masalah itu adalah mutlak orang RNPO harus mengetahui dan mengawal agar semua proses yang di lalui tadi tidak melenceng dari requirement RNPO yang sudah di tetapkan pada saat proses planning.

Lalu apakah sudah selesai juga ? Belum… Masih ada O boss yaitu Optimisasi. Optimisasi ini dimulai tentunya setelah site itu OA, mulai dari monitoring performance, drivetest, configurasi, check database, do single site optomisasi hingga cluster optimasi untuk optimasi all site yang ada di area kota tersebut. Sehingga pada akhirnya kota A yang tadi kita plan di awal akan menghasilkan kualitas network yang sudah disepakati dari awal sehingga tim sales marketing pun akan mulai perjualan untuk menghasilkan revenue per-site nya. Begitulah kurang lebih proses singkat yang harus dikerjakan oleh RNPO.

Mungkin karena proses yang begitu panjang dan dijelaskan secara singkat di atas inilah yang akhirnya orang–orang bisa menyimpulkan tim RNPO mungkin bisa dapat gaji yang lebih layak, benar kah ? Gaji adalah satu penghargaan nyata yang diberikan perusahaan kepada karyawan nya. Gaji adalah satu – satunya pernyataan yang resmi dan terukur dari perusahaan untuk menilai kontribusi masing – masing karyawan terhadap perusahaan.

Terukur yang artinya setiap perusahaan mempunyai standart nilai sendiri dengan untuk grading setiap karyawan dengan melihat Jobdesk atau SOW serta melihat pengalaman calon karyawannya. Memang mungkin HRD dalam hal ini punya KPI tersendiri untuk menekan cost gaji karyawan, tapi apakah dengan menekan cost kemudian akan menghasilkan aset karyawan yang luar biasa ? mungkin ini logika sederhananya. So could be or should be ?

(wahyuprihantoro.wordpress.com)



Labels:

Links to this post

Create a Link


Kategori Tulisan

dates To reMember

  • 31 Okt - My Lovely Mom Die
  • 17 Nov - My Mom's Birth Day
  • 29 Nov - My Lovely Mom Graduated (S2)
  • 24 Juni - My Father's Birth Day
  • 16 Feb - Indra Birth Day
  • 23 Feb - Dik Adi Birth Day
  • 18 Mar - My Nonanana B'Day

Anda pengunjung ke-



My Short Blog



Tinggalkan Pesan





-->

Blog Catalog





Powered by
Top CSS 

Templates Sites
WebDesign TopSites
Blogger Templates

Powered by 

Blogger
Free 

Domain Name Address
Free 

Shoutbox Technology Pioneer
BlogFam 

Community
Blogfam 

Online Magazine

Komunitasnya MaskresZ