Welcome..!! Foto membuat 1 detik bahkan seper sekian detik menjadi mempunyai beribu-ribu makna dan kenangan, yang membawa sang penikmatnya ke dunia imajinasi dan membayangkan kembali ke saat-saat indah, sedih dan membahagiakan itu terekam.

« Home | d Best day i ever had in Semarang » | Testimoninya maskres ... » | Testimoni on the road... » | Tips gemukkan badan .... » | Hari raya... » | Pulang kampung » | Sekolah gratis euy...!!! » | PEMANFAATAN TEKNOLOGI VoIP UNTUK PEMBUATAN KELAS O... » | PEMANFAATAN TEKONOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI » | MEDICAL IMAGING »

Braga Festival 2007

Hari ini saya dapat pengalaman baru tentang fotografi...dunia yang sudah lumayan lama tidak saya sentuh lagi alias motret-motret yang serius.

Mulai tanggal 29-31 Desember 2007 gabungan beberapa perkumpulan fotografi se-Bandung punya hajatan yang lumayan gede...namanya "Braga Festival". Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatannnya diisi dengan lomba foto, seminar, hunting foto, pagelaran kesenian semuanya diadakan disekitaran jalan Braga. Tadi saya bareng PhotoST'ers ada 5 orang : Hardo, Wira, Mira, n Gatot.

Berhubung saya fotografer yang gak mampu beli kamera, untungnya ada Mira yang udah punya kamera baru, jadi kamera lamanya saya pinjam. Lumayan bisa hunting-hunting, walaupun acaranya belum ramai...masih bisa dapet jepret orang-orangan "hiasan penerima tamu",

parade drum band, parade sepeda ontel, sepeda lower ground, motor antik.

Tapi yang paling membuat saya terkesan adalah akhirnya bisa bertemu langsung dengan Dibyo Gahari, fotografer infrared favorit saya yang sebelumnya cuma bisa lihat hasil karyanya di internet lewat acara PhotoSpeak edisi spesial yang biasanya diadakan tiap bulannya kini diadakan juga saat Braga Festival...

Lumayan bisa dapet penjelasan dasar tentang infrared walo cuman bentar...tapi bener-bener informasi baru buat saya..
Selain itu saya juga menjadi tertarik dengan fotografer Infrared lainnya seperti JohannesGo (Landscape Infrared) , Yudhistira (Prewedding Infrared).

Kalau mengenai infrared-nya saya menangkap bahwa untuk bisa dapat menghasilkan foto infrared dapat menggunakan filter Infrared dan dengan mengoprek kamera standar menjadi kamera Infrared (biaya Rp 2 juta - sumber Dibyo Gahari).

Namun jika memakai filter maka akan mengalami kesulitan untuk memotret benda yang mudah bergerak, termasuk manusia, karena foto infrared dilakukan dengan kecepatan yang sangat lambat, dan pada viewfinder tidak akan terlihat objeknya, sehingga akan kesusahan mengatur komposisi. Sedangkan apabila menggunakan kamera infrared segala macam medan dan keadaan dapat diabadikan menjadi foto infrared. Untuk mengoprek kamera standart juga ada ketentuan sendiri sesuai yang diinginkan dari yang apanya gitu saya lupa.... 400, 600, 700, > 800 (hitam putih) (duh saya lupa apa namanya...!!!)

Acara sebenarnya masih sampai pukul 20.00 tapi saya sudah ga tahan ingin ketemu seseorang jadinya pulang pukul 18.00, kebetulan juga yang lainnya sudah pulang duluan dan saya lapar....

Labels: ,

Post a Comment

Links to this post

Create a Link


Kategori Tulisan

dates To reMember

  • 31 Okt - My Lovely Mom Die
  • 17 Nov - My Mom's Birth Day
  • 29 Nov - My Lovely Mom Graduated (S2)
  • 24 Juni - My Father's Birth Day
  • 16 Feb - Indra Birth Day
  • 23 Feb - Dik Adi Birth Day
  • 18 Mar - My Nonanana B'Day

Anda pengunjung ke-



My Short Blog



Tinggalkan Pesan





-->

Blog Catalog





Powered by
Top CSS 

Templates Sites
WebDesign TopSites
Blogger Templates

Powered by 

Blogger
Free 

Domain Name Address
Free 

Shoutbox Technology Pioneer
BlogFam 

Community
Blogfam 

Online Magazine

Komunitasnya MaskresZ