Infra Red Photography

Foto dengan warna yang tidak normal itu disebut Infra Red Photography (foto infra merah). Dan foto yang saya tampilkan di awal merupakan karya Johannes Go. Foto infra red sebenarnya sudah dikenal lama, namun seiring perkembangan jaman dan munculnya kamera digital, sampai ditemukan trik untuk memodifikasi kamera digital (DSLR) standar sehingga dapat lebih mudah menghasilkan foto dengan warna yang tidak normal. Perubahan yang dilakukan pada kamera DSLR standar adalah dengan mengganti hot mirror-nya dengan dioprek oleh pe-modifikasi kamera IR, contohnya Harlim, Dibyo Gahari, dan Cinfrared.net. Biayanya dari 900rb - 3 juta, tergantung jenis kamera, merek, dan jenis (level) infrared yang diinginkan. Hal teknis yang dilakukan untuk meng-opreknya saya tidak akan bahasa, karena pastinya tidak akan saya lakukan sendiri.
Fotografi infra merah menurut saya merupakan salah satu karya fotografi yang memiliki keindahan yang khas dan merupakan hasil dari kreatifitas dan konsep yang matang baik selama pre- maupun post- producing suatu foto. Bayangkan saja, dari persiapan kameranya sendiri kita harus sudah tahu ingin menghasilkan foto IR seperti apa nantinya, karena ada beberapa tipe oprekan IR (Full, Semi, Visible, Goldie, BW) dan hanya bisa ditanamkan satu jenis IR dalam satu kamera, jadi harus sudah pasti sesuai dengan selera dan keinginan foto yang akan kita hasilkan.
Pada saat pengambilan gambar juga diperlukan kemampuan lebih selain konsep dasar fotografi, dimana untuk menghasilkan foto IR yang bagus, sebaiknya background jangan yang monoton (daun semua) karena variasi warnanya jadi terlihat datar kurang menarik. akan menarik bila ditunjukkan komposisi kombinasi dari langit, tumbuhan, danau (air) yang pastinya akan menghasilkan warna yang berbeda-beda. Oleh karena itu banyak foto IR mengambil tema landscape fotografi dengan oprekan Full IR, karena dapat memacu daya kreasi yang lebih luas dari fotografer untuk memunculkan foto IR yang menarik.
Maksud dari dapat berkreasi lebih luas dalah pada post processing-nya, yaitu berkreasi memunculkan warna-warna yang abnormal namun indah dengan menggunakan software olah digital, dengan menggunakan tools swap warna, sharpening, shadow & highlight...
Berhubung saya masih jauh dari mampu untuk membeli DSLR apalagi untuk mengopreknya, demi menyalurkan hasrat untuk ingin memunculkan warna abnormal, saya berusaha mengutak-atik foto ini dari sebuah kamera digital pocket menggunakan PSCS, dengan mengikuti beberapa tips-tips yang beredar di internet.
Tertarik untuk ikut menikmatinya Infrared Photography lebih dalam ? Kini sudah ada e-magazine iR - Infrared Magazine yang dapat dinikmati dengan gratis.
Labels: Fotografi
Post a Comment