CDMA, teknologi masa depan yang kalah pamor dengan teknologi usang GSM
Entah ini hanya sekilas pikiran pendek saya atau emosi yang dipancing oleh semakin bingungnya saya menahan pengeluaran pulsa GSM entah untuk SMS maupun telepon. Bila dihitung-hitung lagi, tarif telepon GSM semenjak awal kemunculannya di Indonesia sebesar 8X hingga 20X lebih mahal daripada tarif telpon lokal yang sudah lebih dulu berdiri, padahal orang yang dihubungi masih berada di kota yang sama. Dengan tarif yang merampas kantong rakyat Indonesia yang miskin itu, operator GSM seolah menjadi serigala berbulu domba di mata rakyatnya sendiri seperti penjajah jaman dulu yang telah menguras harta rakyat indonesia secara brutal & serakah.
Jumlah pemakai handphone di seluruh Indonesia berkisar lebih dari 90 juta orang yang didominasi oleh pemakai GSM. Jadi bila kita ambil rata-rata pemakaian pulsa pengguna handphone GSM di Indonesia adalah Rp.100ribu/bulan, maka selama 10 tahun harta bangsa Indonesia yang telah dirampas para operator GSM adalah lebih dari Rp. 900 trilyun rupiah !!..wuihh…duit semua itu yak…eh nggak ding, BTS semua …!!!!
Ini adalah jumlah yang bahkan lebih besar dari harta bangsa Indonesia yang telah dirampas kaum penjajah Belanda selama ratusan tahun. Angka Rp.900 trilyun tersebut bukan perkiraan ngawur, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) memperkirakan jumlah pengguna ponsel di Indonesia pada 2007 sedikitnya mencapai 75,6 juta pelanggan atau naik 20% dari pengguna tahun lalu 63 juta. Anggota BRTI Koesmarihati mengatakan pertumbuhan itu membuat total pendapatan operator seluler nasional naik menjadi Rp57,2 triliun, atau meningkat 10% dibandingkan pendapatan sebelumnya yang Rp52 triliun. – itu per baru kalo 1 tahun…mantap yak..!!!
Kehadiran CDMA pada tahun 2004 memberikan angin segar dengan tarif telepon yang lebih murah daripada GSM. Dengan tarif CDMA yang berkisar Rp150-Rp.300/menit dapat bercakap-cakap bebas menggunakan handphone. Bandingkan dgn tarif telpon rumah lokal yang Rp.190/menit atau dengan tarif pulsa GSM yang mencapai Rp.600 - Rp.4000/menit. Ini berarti secara umum, tarif CDMA cuma berkisar 1/6 tarif GSM. Atau dengan kata lain cuma sekitar 20% dari tarif GSM (hemat 80%).
Awal kehadiran CDMA ini sempat membuat panik GSM dengan mengeluarkan kartu GSM versi murah (walaupun masih jauh lebih mahal dari CDMA), apalagi dengan beberapa keterbatasan tentunya, yaitu tidak bisa dipakai untuk MMS dan koneksi GPRS.
Coba bandingkan dengan teknologi CDMA dengan pulsa yang murah meriah tapi menawarkan berbagai feature canggih seperti internet access 153Kbps. Tarif untuk menikmati internet access CDMA pun tergolong murah meriah Rp 99.000/bulan unlimited (Star One). Untuk volume based mulai Rp 1/kByte – Rp 5/kByte dan time based Rp 50/menit – Rp 250/menit. Dengan kecepatan yang tentunya jauh lebih cepat dari koneksi internet biasa dgn menggunakan modem 56k, maupun GPRS (40 Kbps - 64Kbps).
Koneksi internet menggunakan handphone CDMA (Semua handphone CDMA Nokia sudah mendukung high speed internet CDMA 1X RTT 153Kbps). Dengan kecepatan 153Kbps berarti anda dapat mendownload file dengan kecepatan sekitar 10-19 KB/detik. Sejelek-jeleknya koneksi internet CDMA, tetap masih lebih cepat dibanding koneski dial-up telpon rumah (56Kbps) yang baling banter cuma 6 KB/detik.
Perbedaan Frekuensi, sistem CDMA terbagi dalam 2 jenis frekuensi, yaitu 800MHz dan 1900MHz. Semua operator CDMA (Flexi, StarOne, Fren, Smart, Esia) yang beroperasi di Jawa Timur (Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Malang) menggunakan frekuensi 800MHz. Sedangkan operator Smart yang beroperasi di wilayah Jabotabek menggunakan frekuensi 1900MHz (Start One, Flexi, Esia, dan Fren menggunakan frekuensi 800MHz). Banyak orang berpikiran salah besar bahwa frekuensi 1900MHz lebih bagus. Secara teknis, frekuensi 800Mhz justru memiliki kekuatan sinyal yang lebih baik untuk menembus tembok-tembok bangunan.
Makanya operator CDMA terbesar & terbaik di Amerika yaitu Verizon juga menggunakan frekuensi 800MHz. Selain itu keunggulan operator yang menggunakan frekuensi 800Mhz adalah pelanggannya bisa menggunakan semua handphone CDMA tipe apapun (sekalipun yang harganya cuma 350 ribuan). Sedangkan untuk operator CDMA yang menggunakan frekuensi 1900MHz, pelanggannya hanya bisa menggunakan handphone tipe dual-band saja (lebih mahal). Jadi jelas penggunaan frekuensi 1900Mhz tidak memberikan manfaat sama sekali.
- CDMA 1X (upgrade) = 304 Kbps
- CDMA 1X EV-DO = 384 Kbps-2.4 Mbps
- CDMA 1X EV-DV = 4.8 Mbps
Mampukah CDMA menggusur GSM ?? Memang tentu butuh waktu bagi CDMA untuk menggeser GSM dari
- Cukup banyak orang yang pemikirannya masih konservatif, alias malas/ragu terhadap sesuatu yang baru.
-
Labels: Teknologi
eh smart katanya dah pake 1x EV-DO
tapi aq juga blm ngetes paling banyak DT CDMA sm flexy doang.
salam buat ank2 sinergi: uka n ary(di pknbaru), ferry, dipo
Posted by
Unknown |
Wednesday, December 10, 2008 1:48:00 PM
oi..oi..iy kalo liat iklannya siy ud EV-DO. q juga dapetnya DT 3G GSM...
iy mas salam juga dari mas arif niy..
Posted by
Krisna Reqka Pradana |
Wednesday, December 10, 2008 8:14:00 PM
Post a Comment